DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KAB. SRAGEN
0271 892721 sms 081329343920 081329343920 perpustakaansragen@gmail.com
Ayo Gemar Membaca Untuk Mewujudkan SRAGEN SMART CITY

Perpustakaan, Indonesia, Kita

Monday, September 18th 2017.

Oleh Bandung Mawardi

 

PADA masa Orde Baru, 14 September ditetapkan sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Penetapan itu perlahan jarang mendapatkan pembenaran. Orangorang sudah malas mengunjungi perpustakaan dengan pelbagai dalih. Kemalasan atau keengganan itu ingin dirampungi pemerintah dengan peresmian Gedung Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Kita mending menilik masa lalu, mengenang biografi para pengunjung dan pemulia perpustakaan, sebelum telanjur terpukau pada Perpustakaan Nasional. Pada masa pergerakan politik kebangsaan, Soekarno memasuki perpustakaan milik perkumpulan theosofi di Surabaya. Soekarno masih remaja. Kegandrungan pada pengetahuan merangsang murid HBS itu takzim menikmati koleksi buku di perpustakaan. Kunjungan ke perpustakaan adalah ”ritual modern” atau pemenuhan etos literasi. Di perpustakaan, bukubuku mengantar Soekarno mengetahui dan menilai situasi Indonesia dan dunia. Bacaan politik, sejarah, dan biografi jadi santapan mengandung keberlimpahan makna. Soekarno rajin sebagai pengunjung perpustakaan, pengunjung ”surga” pengetahuan.

Ajip Rosidi juga menjadi pengunjung perpustakaan. Selama berpredikat murid, ia tekun membaca, tak henti menikmati buku-buku. Ambisi berpengetahuan dituruti dengan masuk ruang berisi buku. Tatapan mata, imajinasi, dan gerak waktu dialami sebagai pembaca. Ajip pun memasuki perpustakaan-perpustakaan umum. Pada saat remaja, malah sudah mulai memesan buku-buku ke sekian penerbit demi gairah literasi. Barangkali berkunjung ke perpustakaan adalah peristiwa romantis, magis, atau puitis. Pengalaman masa remaja itu membentuk Ajip Rosidi sebagai tokoh literasi di Indonesia.

Kita sejenak menilik kesejarahan perpustakaan di Indonesia, serta kemauan para tokoh mengadakan perpustakaan dan mengundang orang-orang agar berkunjung ke perpustakaan berlaku sebagai pembaca. Dulu, perpustakaan sering disebut bibliotik atau taman pustaka. Pendirian bibliotik dilakukan oleh pemerintah kolonial, institusi penerbitan, tokoh pergerakan kebangsaan, saudagar, ulama, dan jurnalis. Kita simak puisi lawas berjudul ”Bibliotheek-Taman Poestaka” gubahan Boechari, dimuat di Pandji Poestaka edisi 23 Januari 1923. Angan muluk diajukan: ”Betapa tidak kita soenggoehkan, bibliotheek jang njaman tjoba rasakan.” Di negeri jajahan, perpustakaan diperlukan bagi semaian literasi bermisi kemajuan. Agenda-agenda pendidikan modern dan kemunculan kapitalisme cetak (perbukuan) merangsang pribumi mengerti pelbagai hal. Perpustakaan menjadi penting dan berpengaruh. Boechari menulis: Keliling Hindia terdiri bibliotheek,/ Kemala tjemerlang batjalah asjik,/ Kemoedian beroleh hidajat dan taufik,/ Kekal di jannah di tempat Chalik. Pengajuan umpama bahwa perpustakaan itu ”surga” menjelaskan peristiwa belajar, membaca, dan berpikir. Di perpustakaan, orang-orang membaca buku-buku pelbagai tema, berfaedah di dunia dan akhirat.

Masa itu telah berlalu. Pada masa kemerdekaan, perpustakaan kian penting. Perintah-perintah Soekarno memastikan keberadaan perpustakaan demi revolusi dan kemajuan. Gerakan pemberantasan buta huruf, kebijakan bersekolah, dan industri penerbitan buku mengharuskan pendirian perpustakaan- perpustakaan. Di mata Soekarno, perpustakaan tak melulu tempat. Perpustakaan adalah peristiwa. Barangkali Soekarno selalu membawa ingatan biografis: sejak muda rajin mengunjungi perpustakaan-perpustakaan untuk membaca. Berperistiwa membaca itu mengantar dia mengerti pelbagai hal dan menggerakkan kemauan mengejawantahkan Indonesia merdeka.

Ia tak sendirian dalam mengartikan perpustakaan. Hatta justru tampil sebagai teladan. Kebiasaan membaca dan mengoleksi buku memicu dia mengadakan perpustakaan publik. Koleksi bukunya diperkenankan dipelajari oleh publik. Puluhan ribu memerlukan tempat dan pengelola. Ambisi Hatta adalah perpustakaan mencerdaskan kehidupan bangsa. Rintisan mengadakan perpustakaan demi Indonesia sudah dilakukan sejak masih bocah. Pada 1947, mulai menganjurkan pendirian perpustakaan publik di Bukittinggi, Sumatera Barat. Di Yogyakarta, kemauan mendirikan perpustakaan mewujud sebagai Perpustakaan Jajasan Hatta, 1950. Pada 1957, program mulia berlanjut dengan Pustaka Hatta, berisi ribuan koleksi buku. Ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa mulai dari rintisan, tak melulu tergantung pada anggaran pemerintah atau permintaan fasilitas bercap negara.

Hatta itu manusia buku dan penggerak perpustakaan. Gemala Hatta bercerita bahwa cinta bukunya terbawa sampai usia senja. Ayahnya tak memiliki deposito, tetapi punya 30 ribu buku. Hatta tak cemas dalam urusan ongkos hidup. Buku dianggap ”paling” menentukan untuk menjadi manusia beradab dan modal mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejak masa kemerdekaan, ia sering berseru: ”Timbalah ilmu dari buku” (Tempo, 29 Maret 1980). Ketersediaan buku dan pendirian perpustakaan- perpustakaan di pelbagai kota adalah ”keharusan” agar Indonesia mulia, maju, cerdas, dan bermartabat.

Episode ambisius berlanjut sampai abad XXI. Tokoh penggerak dan teladan itu bernama Ajip Rosidi. Kenangan buruknya saat mengalami masa pendudukan Jepang: ”Sejak zaman pendudukan Jepang, Balai Pustaka boleh dikatakan tidak lagi menerbitkan buku. Perpustakaannya yang dititipkan di sekolahsekolah itu tak lagi diurus. Tak ada koleksi tambahan.

Yang ada pun, selain kian rusak, juga banyak yang hilang.” Kenangan setelah Aksi Militer Belanda 1947: ”Sejak itu jumlah sekolah bertambah dengan pesat, tetapi tak satu pun yang dilengkapi dengan perpustakaan yang memberi kesempatan kepada para murid untuk memupuk minatnya membaca buku.” Barangkali masa itu membuat Ajip Rosidi (2004) mendendam akibat sulit mendapat bacaan-bacaan.

Tahun demi tahun berlalu. Ajip tampil sebagai pembaca, penulis, peneliti, dosen, dan penerbit. Ambisi hidup bergelimang buku dan mengadakan perpustakaan perlahan dibuktikan selama puluhan tahun. Pada 16 Agustus 2015, Perpustakaan Ajip Rosidi diresmikan, bertempat di Bandung (Jawa Barat). Perpustakaan diadakan bermodal koleksi 20 ribu buku. Di perpustakaan itu ditata juga koleksi sumbangan dari keluarga Edi S Ekadjati, Ajatrohaedi, Misbach Jusa Biran, dan HD Bastaman. Ajip tak cuma mengawali dengan modal buku. Koleksi lukisan mesti dijual senilai Rp 3 miliar untuk mendapatkan gedung. Ambisi-ambisi itu membuktikan agenda literasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa tak harus tergantung pemerintah. Begitu.(17)

Bandung Mawardi, penjaga Bilik Literasi

Sumber : Suara Merdeka, 18 September 2017

Produk terbaru

Tiga Kelana Ian Brown
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangThe BOY In The MOON : Perjuangan Seorang Ayang dari Anak Penyandang Sindrom CFC
Harga Tiga Kelana Ian Brown
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Gava Media Bunafit nugroho
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangLatihan Membuat Aplikasi WebPHP dan mySQL dengan Dreamweaver
Harga Gava Media Bunafit nugroho
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Republika Rusdiono Mukri dan Yulianto
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJURUS JITU ATASI KRISIS : Pengalaman Mustafa Abubakar Memimpin Bulog
Harga Republika Rusdiono Mukri dan Yulianto
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
PT. Ikrar Mandiriabadi Grolier International, Inc
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangIlmu Pengetahuan Populer
Harga PT. Ikrar Mandiriabadi Grolier International, Inc
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
New Diglossia Roy Chandra Putra
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCari DUIT Lewat Bengkel Komputer dan Laptop
Harga New Diglossia Roy Chandra Putra
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
R&W Publishing Dr. Dino patti Djalal
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHARUS BISA!!!! : Seni Memimpin Ala SBY
Harga R&W Publishing Dr. Dino patti Djalal
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Progressio Fahmi Nurul Akbar
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBuku Pintar Wirausaha : KOMUNIKASI Penjualan Kreatif
Harga Progressio Fahmi Nurul Akbar
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Kompas JA Noert Jahyo
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDari Ladang sampai Kabinet : Menggugat Nasib Petani
Harga Kompas JA Noert Jahyo
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail

Jumlah Pengunjung

Hubungi Kami

0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com

Calender

August 2019
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com