DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KAB. SRAGEN
0271 892721 sms 081329343920 081329343920 perpustakaansragen@gmail.com
Ayo Gemar Membaca Untuk Mewujudkan SRAGEN SMART CITY

Cerpen : Seiring Berjalannya Waktu

Friday, June 9th 2017.

Oleh : Fajriah Hardianti (Siswi SMK N 2 Sragen)

(Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Untuk Pelajar Dalam Rangka Peresmian Gedung Perpustakaan Kecamatan Gemolong Tahun 2016)

 

       Di dunia ini ada yang kuat dan ada yang lemah. Penggolongan mulai terbentu.dari yang kaya dan yang miskin, dari yang pandai dan yang bodoh dan dari pandai berteman dan yang kuper alias kurang pertemanan. Aku mulai berjalan menyusuri lorong-lorong di kampus. Langkah demi langkah kulewati, langkahku terhenti ketika aku melihat segerombolan orang-orang di depanku. Mereka adalah orang-orang yang kuat di sekolah ini. Tak menunggu lama mereka menghampiriku dan ‘’brukkk’’ aku terjatuh ke lantai dengan spontanitas. Mataku terbelak melihat kejadian yang baru saja terjadi. Ya,aku di dorong sampai jatuh ke lantai.ketika aku ingin marah dan emosi Semua amarahku langsung hilang seketika.aku menundukkan wajahku dengan rasa malu.

SMA Harapan Bangsa,ini adalah tempatku belajar dari pagi hingga sore. .Aku terkenal dengan julukan si kutu buku.rambut berkepang dua, pakai kaca mata kuda dan aku tidak pandai bergaul dengan orang-orang di sekolah ini. Masuk sekolah ini saja dengan beasiswa yang dapat kuraih sampat titik darah penghabisan. Ibuku melarangku untuk mendapatkan kesempatan emas ini,padahal aku sangat yakin dan percaya kalau aku ini bisa menjadi orang yang sukses.

‘’Kau ini kemana saja, pulang sampai larut malam begini, apa kamu ingin menjadi seperti kakakmu yang jalang itu’’.

Seketika aku terdiam,melihat ibuku sendiri berkata seperti itu.aku meraskan rasa sakit yang luar biasa ketika ibuku sendiri mengatakan itu kepada anaknya.dengan segala kekuatan yang kupunya aku berusaha menjawab pertanyaan ibuku.

’’Aku baru saja selesai belajar kelompok dan aku tadi mampir ke perpustakkan untuk meminjam buku, karena materi dibuku sekolah kurang Bu’’.jawabku pelan.

“Jangan banyak alasan kau, ibu tahu kalau kau ini bohong kau harus ingat Rina,setinggi tingginya kamu sekolah wanita akan kembali di dapur . Jadi percuma kalau kamu membuang-buang waktumu hanya untuk membaca buku yang tidak berguna itu!’’.

Tak lama kemudian aku tidak ingin menghiraukan ibu lagi. Aku bergegas memasuki tempat istirahatku, kurebahkan badan ini di kasur yang nyaman, yang hanya berisikan kapas yang sudah menipis.

Kupejamkan dua tangan untuk beristirahat sejenak dan merentangkan kedua tanganku untuk memberikan sedikit hawa di kamarku. Melihat dalam benakku untuk meninggalkan rumah ini. Aku sudah tidak betah tinggal bersama ibu. Aku ingin meneruskan pendidikanku sampai titik dimana aku menjadi orang yang sukses dan aku ingin menunjukan kepada kedunia bahwa orang lemah sepertiku bisa berubah menjadi orang kuat.’’ Tetapi bagaimana dengan ibu?’’. Mataku terbuka, aku menyayangi ibu seperti menyayangi diriku sendiri bahkan lebih apapun. Mataku mulai terpejam kembali, aku merasakan angin malam yang lewat pepohonan rindang di dekat rumahku dan aku mulai tertidur dengan alas kaki yang masih menempel di kedua kakiku.  Aku belum sempat melepaskannya karena kondisiku yang mungkin yang sudah letih.

Di pagi hari aku terbangun aku keluar dari tempat persembunyianku. Ya tempat untuk berlindung dari ibu ketika sedang marah. Aku melihat kanan dan kiri tidak ada satu orang pun dirumah ini. Ibu telah pergi berjualan sayur sejak pagi-pagi hari. Aku kangen dengan suasana rumah ini yang dulunya ramai di kunjungi banyak orang. Mulai dari ayah,kakak dan sanak saudara yang lain. Tetapi semua itu hilang setika.ayahku tidak lagi ingat kepada keluarga ini. Merantau jauh di pulau sana dan mungkin ayah sudah punya kelurga baru. Aku tidak ingin mengingat nama ayah lagi. Kakakku berusia 20 tahun ,namanya Kak Raina, ya hampir mirip dengan namaku.  Sebelum kakakku menikah kakakku sudah mengandung anak di dalam rahimnya. Ibuku sangat marah mengetahui hal itu.’’

‘’Ibu, merasa malu , Nak.kenapa kau melakukan kejadian yang sangat memalukan ini, Apa kau ingin ibu cepat mati saja,hah, ’’bentak ibu kepada Kak Raina.

‘’Maaf ibu, Raina gak tau kalau akhirnya jadi seperti ini, maafkan Raina bu’’

‘’Ibu takkan memaafkanmu, Nak. Jangan panggil aku lagi dengan sebutan ibu!’’.

Setelah hari pun berlalu, kak Reina pergi dari rumah dan entah sekarang dimana , bagaimana kondisinya den anaknya , apakah sudah melahirkan ? pertanyaan itu sering muncul dipikiranku ketika aku mengingat nama kak Raina tapi pertanyaanku langsung ku tepis dan ku buang jauh-jauh. Mungkin itulah sebabnya ibuku sering marah-marah terhadapku. Karena ibu tidak ingin aku menjadi seperti kak Raina. Aku percaya kepada diriku sendiri aku adalah wanita yang kuat dan punya kehormantan dan jati diri sendiri . “Ibu harus percaya kepadaku, harus “tanya batinku dalam hati.

Sebelum berangkat ke sekolah, aku selalu belajar dan membaca materi-materi yang diajarkan oleh guru di kelas. Sampai sekolah pun aku membacanya kembali. Mungkin untuk memahami tulisan-tulisan yang ada dalam buku, aku harus membacanya dua kali berulang-ulang. Tak peduli aku dijuluki si kutu buku yang jelek. Aku tak menghiraukan perkataan mereka. Dua bulan lagi akan diadakan Ujian Nasional. Aku harus lebih giat lagi belajar.

Setiap pulang sekolah aku selalu mampir ke tempat favoritku, ya apalagi kalau bukan perpustakaan. Roda dua yang aku kendarai kuhentikan di depan tanda parkir. Ketika aku melirik disebelah kanan kiriku terdapat motor-motor anak sekolah yang terparkir rapi disana.  “Kapan ya, aku bisa mengendarai motor seperti temanku yang lain” .Aku hanyalah anak miskin yang mengendarai roda dua tanpa mesin dan bensin. Kuhilangkan pikiran dengkiku itu yang tidak berguna. Kulangkahkan kakiku sampai ke pintu perpustakaan dan aku membukanya. Kuhirup nafasku sedalam-dalamnya dan kurasakan dinginnya ruangan ini. Aku hanya bisa merasakan dingin seperti ini di perpustakaan saja. Karena disini terdapat pendingin ruangan yang mungkin cukup banyak jumlahnya.

Tujuanku kesini untuk belajar lagi, Setelah selesai belajar di sekolahan aku belajar di perpustakaan agar ilmu pengetahuanku bertambah. Ku duduki tempat yang nyaman untuk memulai membaca buku. Kulirik sebelah kananku ada seorang yang menatapku tajam. “mengapa kau menatapku seperti itu.” Bukannya menjawab pertanyaanku tetapi wanita malah tersenyum kepadaku dan berkata “tidak, aku hanya kagum melihat kegigihanmu setiap hari di perpustakaan ini.”

Wanita itu pun langsung pergi dari hadapanku setelah mengatakan hal yang membuat aku bingung dari perkatannya tadi. “orang gak jelas” kataku pelan tak berpikir lama aku melanjutkan aktivitasku yang sedang membaca buku. Matahari sudah mulai terbenam tidak ingin memunculkan lagi sinarnya. Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, aku bergegas mengendarai sepeda tanpa mesin itu. Aku takut jika ibu memarahiku lagi. “akhirnya sampai di rumah dengan selamat” aku bersyukur tidak terjadi musibah ketika di jalan, karena tadi aku mengendarainya dengan terburu-buru. Perlahan kubuka gagang pintu rumahku. Alangkah kagetnya, aku melihat ibu berdiri tegap di depanku seperti ingin memangsa dan memakanku. Perasaanku mulai tidak enak dan aku yakin ibu pasti akan memarahiku lagi. Dan … “kau ini, anak yang pemalas kau main kemana saja jam segini baru pulang? Haaaaahhh” belum sempat aku melanjutkan batinku ibuku sudah berkata seperti itu. Padahal dia belum tau aku pergi ke perpustakaan untuk belajar dan membaca tapi dia malah mengataiku sebagai anak pemalas. Ya Tuhan…..

Ujian Nasional, hari ini adalah waktu dimana orang-orang yang pendidikannya sederajat melaksanakan ujian. Kutuliskan warna hitam yang ada dipensilku untuk mengisi lembar jawab. Aku mengerjakannya dengan tenang dan fokus. Setelah empat hari berlalu, kami semua selesai melaksanakan hari dimana orang-orang menentukan nasibnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau melanjutkan untuk mencari uang di usianya kini yang masih terbilang muda. Aku menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional kemarin. Aku berharap hasil yang akan keluar nanti adalah hasil yang baik. Aku selalu memanjatkan doa kepada Tuhan agar aku bisa membahagiakan ibuku dan aku kelak menjadi orang yang sukses, detikan jam mulai terdengar di telingaku aku melihat ke belakang. “jam 15.00 WIB tepat.” Aku langsung bergegas dengan semangat menuju ke sekolahan untuk melihat hasil yang aku peroleh nanti . deegggg …. Degggg… deeegggg “jantungku terdegup kencang terasa ingin copot dan keluar. Aku tegang sekali menerima hasil nilaiku.”

“Ini Rein hasil kamu” kata pak Edo. Sambil menyerahkan amplop berwarna putih. Tanganku gemetaran ketika ingin mengambil amplop itu. “iya pak, terimakasih” jawabku dengan bibir yang gemetaran. Aku keluar dari ruang guru, aku tidak ingin membukanya disini, aku ingin membukanya di rumah saja bersama ibu.

Sesampainya di rumah aku memanggil nama ibuku. “ibuuuuu….. ibu dimana?” aku mencari ibu kemana-mana tetapi ibu tidak ada di rumah” Ya Tuhaaaaan, aku lupa kalau ibu masih berjualan. Lalu aku putuskan untuk membuka sendiri amplop itu. Aku mendapatkan nilai-nilai yang baik disetiap pelajaran dan ada surat didalamnya. Alangkah kagetnya, aku mendapatkan beasiswa di Jakarta untuk melanjutkan pendidikan dengan gratis tanpa biaya sepersenpun. Aku harus cepat memberitahu ibu. Matahari mulai enggan menunjukkan sinarnya ibu sudah datang. Aku bergegas menghampiri ibu dengan senyum sumringah yang terdapat pada bibirku. Aku menecritakan kepada ibu kalau aku mendapatkan nilai yang bisa dibilang nilai sempurna dan ibu langsung memelukku, memeluk erat tubuhku dan menitihkan air mata. Aku merasakan kalau ibuku yang selama ini sayang kepadaku.

Aku tersadar dari lamunanku dua tahun yang lalu, aku melamun cukup lama mulai dari SMA, ibuku, ayahku, kakakku semuanya aku ingat. Aku mulai tersenyum dan berfikir aku tidak ingin melihat masalalu keluargaku. Tujuanku sekarang hanya ingin membahagiakan ibu dan menjadi orang yang sukses dengan membaca. Tak peduli orang-orang sekelilingmu merendahkanmu.

Sumber gambar : sharingilmu.web.id

Produk terbaru

R&W Publishing Dr. Dino patti Djalal
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHARUS BISA!!!! : Seni Memimpin Ala SBY
Harga R&W Publishing Dr. Dino patti Djalal
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Progressio Fahmi Nurul Akbar
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBuku Pintar Wirausaha : KOMUNIKASI Penjualan Kreatif
Harga Progressio Fahmi Nurul Akbar
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Kompas JA Noert Jahyo
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDari Ladang sampai Kabinet : Menggugat Nasib Petani
Harga Kompas JA Noert Jahyo
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Ar-Ruz Media Mohammad Sarori
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangAnalisis & Strategi : Meningkatkan Daya Saing Sekolah
Harga Ar-Ruz Media Mohammad Sarori
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Bee Media Indonesia Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWhy Rokok? : Tembakau dan Peradaban Manusia
Harga Bee Media Indonesia Dr. Ronald Hutapea SKM Ph.D
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangFikih Keluarga : Panduan Membangun Keluarga Sakinah Sesuai Syariat
Harga
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJALUR GULA Kembang Peradaban Kota Lama SEMARANG
Harga
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKompilasi Karya Pemenang Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2018
Harga
Lihat Detail

Jumlah Pengunjung

Hubungi Kami

0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com

Calender

July 2019
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com