DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KAB. SRAGEN
0271 892721 sms 081329343920 081329343920 perpustakaansragen@gmail.com
Ayo Gemar Membaca Untuk Mewujudkan SRAGEN SMART CITY

Cerpen : Novel Terakhir

Tuesday, June 13th 2017.

NOVEL TERAKHIR

 

Oleh : Richa Wijayanti Jamilah (Siswi SMA Trensains Muhammadiyah Sragen)

(Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Untuk Pelajar Dalam Rangka Peresmian Gedung Perpustakaan Kecamatan Gemolong Tahun 2016)

 

Hamparan partikel cahaya yang merambat tanpa medium telah meraung di pelataran bumi. Intensitasnya merasuk kesudut-sudut senyawa udara, ciptakan kesan hanya yang menggugah keterpejaman. Maryam, gadis 19 tahun yang berambut panjang itu telah bangun setengah jam yang lalu, kini ia tengah memasangkan almamater kebanggaan universitasnya. Rambut indahnya terikat kencang membentuk ekor kuda.

Maryam kini telah menuruni tangga terakhir, dilihatnya sang Ayah tengah asyik mengunyah roti bakar.

“Selamat pagi Ayah !” sapaannya sambil mencomot satu roti bakar.

“Tanpa diberi tahu, Ayah tahu jika ini pagi” Ayahnya menjawab dengan datar. Maryam hanya tersenyum sengit.

“Kamu ini parah sekali, Maryam! Semester ini Ayah dengar IPKmu hanya 2,7. Kamu niat kuliah tidak sih sebenarnya?”  air muka Ayahnya berubah mengerikan.

“Sebenarnya Maryam niat sekali kuliah, tapi dijurusan seni atau perfilman. Ayah malah memasukanku ke fakultas pendidikan. Sangat tidak asyik !” jawab Maryam masih dengan sisa roti bakar di mulutnya.

“Maryam, Ayah memohon sekali padamu kalau bukan kamu yang akan mengelola sekolah-sekolah Ayah siapa lagi ?” kata Ayahnya melas.

“Ayah bisa mengambil beberapa teman kuliahku, mereka ingin sekali mengelola pendidikan. Tidak usah diambil repot!”

“Tapi Ayah mohon sungguh-sungguhlah belajar!”

Nanti akan ku pikirkan,Yah.  Aku berangkat dulu “

Maryam bergegas berdiri dan mencium tangan Ayahnya. Setelah Maryam berlalu, Ayahnya mehela nafas dan mengelus dada. Arlan Muhammad Yaman, Ayah Maryam. Seorang pengusaha tersohor dinegerinya. Bidang bisnis apapun telah dijajalinya. Tak heran jika bergelimang lembaran nominal. Ia juga merupakan sosialita ternama, gedung swasta seperti sekolah, rumah sakit, dan rumah susun berdiri atas investasi besar-besaran yang Ia berikan.

Satu gedung besar sekolah di pinggiran kota, berisi anak-anak yatim dan jalanan adalah murni kepunyaannya ia bersikeras memasukkan Maryam ke fakultas pendidikan agar Maryam dapat menjadi penerus dan pengajar di sekolah itu. Sayangnya Maryam malah menyukai dunia seni melukis, drama, bahkan urak-urakan dijalanan. Menulis, membaca, mengajar, dan mengurus anak-anak adalah hal termustahir yang akan ia lakukan

Di kursi taman universitas kebanggaannya Maryam tengah asik mendengarkan alunan harmoni frasa dari hengset yang bertengger di daun telinganya. Ia angat menikmatinya sebelum H ikari, teman kampusnya itu datang mengganggu.

”Maryam, Aku akan berikan sepucuk surat berwarna putih kepadamu”

“Apa ini , Hikar?…surat untuk Sarah?”jawab Maryam sambil tersenyum jahil.

“Untukmu !!”Hikari menjawab seenaknya sembari duduk.

“Kamu memberi surat cinta untukku?” Maryam menjawab dengan wajah datar.

Hikari menjitaknya. “itu surat untukmu dari rektor baca saja!. Ketua prodi yang menitipkannya padaku!”.

Maryam pun langsung membuka amplop itu. Sepucuk surat yang berkepala surat resmi universitasnya di lipat rapi. Ia mulai membaca. Mata Maryam mengikuti setiap digit di karakter dalam surat itu. Jantungnya berdebum debum , rona wajahnya pasi seketika.

“Aku di ancam tidak lulus?..ya Tuhan !!! rektor itu maunya apa?” kata Maryam setengah berteriak.

“Itu karena dirimu tidak pernah mengerjakan tugas dengan baik ,perkembangan nilaimu pun tidak membentuk kurva,” kata Hikari menahan tawa

“Jika ingin lulus , aku harus KKN mengajar di perdalaman?, ini tidak lucu.bahkan uang uang Ayahku bisa membayar kelulusanku untuk melapisi gedung unniversitas ini dengan emas!” gerutu Maryam.

“Iya ,lakukan saja jika Ayahmun mau membantu!” Hikari terus tersenyum sinis.

Maryam menginjak kakinya dan berlalu. Hikari  menggerutu sakit.

Usaha Maryam untuk membujuk Ayah dan rektornya gagal total. Bahkan,Ayahnya mengancam akan memindahnya kedesa neneknya di Pulau Borneo. Rektor pun malah menantang untuk mengeluarkannya.

Jadilah Maryam ,di temani angin bulan Desember meluncur dengan hati tidak karuan ke desa terpencil di pinggiran sungai. Didamping Hikari ,Sarah,dan seorang super visior ia memulai segala pengabdiannya untuk memanggil anak anak berkumpul di gazebo bambu di tepi sungai.

Maryam berjalan dari rumah satu ke rumah lain. Menjemput anak anak yang sekiranya butuh pendidikan formal. Di desa ini tidak ada sekolah , harus mendayung sampan hingga 2km untuk tiba di sekolah desa seberang.

Hari pertama hanya ada beberapa anak saja mengikuti kelasnya. Seorang anak berpipi tembem bernama Raisa, perempuan dan laki laki kembar bernama Elsa dan Kenzo ,serta anak laki laki kurus,kering ,dan rambutnya kriting bernama Nobel, yang kelak akan mengubah Maryam di akhir cerita ini. Hari hari  selanjutnya, Hikari membawa lebih banyak murid ,entah dengan cara apa Hikari membujuknnya. Bahkan kemarin Maryam sempat menawarkan sekolah dan permen gratis pada anak anak itu. Tapi mereka berkata bahwa mandi dan bermain di sungai lebih asik dari pada sekolah.

Maryam masih membawa spektrum cahaya tampak yang sama. Sinar terangnya membisu menembus mata memperbesar pupil dan amat menyilaukan. Maryam makin akrap dengan anak anak, setelah kemarin Hikari menceritakan biografi singkatnya. Namun sekarang Maryam harus berjuang sendiri,setelah supervisor mengingatkan Hikari agar tidak banyak banyak membantunya.

Saat pelajaran membaca ,beberapa murid yang telah lancar namun ,banyak juga yang tidak mengerti huruf sama sekali.

“Hikari ,Sarah….aku gila anak anak itu bahkan tidak mengerti satu huruf pun “keluh Maryam. Hikari dan sarah hanya tersenyum getir saling berpandangan. Di suatu senja yang sangat merona.

“Kak Maryam ,kenapa kita harus belajar membaca , menulis, berhitung ,dan hal hal yang menyebalkan lainya ?? Padahal,bermain di sungai lebih menyenangkan, ?” Raisa bertanya dengan polos.

Maryam terkejut, pertanyaan bocah itu seperti ujian nasional yang tidak ada jawabanya.

“Ehmm….karena …Kakak pikir yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah diri kita masing masing. Sekarang kalian harus belajar dan besok kalian jawab dalam hati kalian masing masing. Intinya pendidikan itu penting”

Cukuplah jawaban Maryam meledakan rawa Hikari dan sarah.

“Kak Maryam , Aku dengan Negara kita punya tugu dan yang puncaknya terbuat dari emas ,bisa ceritakan pada kami bagaimana sejarahnya ?”Nobel mengangkat suara.

Murid murid yang berumur 8-15 tahun di sana menoleh pada Nobel ,lalu memandang Maryam dengan pandangan meminta penjelasan.

“Aaduuhh, Sarah….bagaimana ini ? Aku bahkan tidak pernah mendengarkan atau membaca tentang sejarang ,boro boro sejarah ,buku kurikulum saja kujadikan bantal.”

Ini giliran Sarah yang bersuara menjelaskan bahwa sepulang dari sini, Maryam akan mengirimkan buku buku sejarah dan buku apapun untuk mereka.

Maryam ,sarah dan Hikari telah mengajarkan banyak hal pada anak anak. Besok sore mereka akan kembali ke kota. Maryam yang tengah menyeduh teh panas di kagetkan dengan suara dari luar.

“Maryamm !!!!”

Ia bergegas keluar.perempuan paruh baya berdiri dengan wajah gugup.belakangan Maryam tahu bahwa itu adalah ibu nobel

“Ada apa bu,,??”Maryam bertanya dengan hati hati

“Nobel ingin bertemu denganmu , mari ikut aku “perempuan itu berjalan, Maryam mengekor di belakang

Nobel terbaling lemah ,kelumpuhan syaraf otak mendadak menyerangnya kembali. Ibu Nobel memberikan sebuah buku berwarna hijau tua

“Ini kisah kisah yang di tulis Ayahnya. Aku tidak bisa membacakan ini untuk Nobel. Aku tidak bisa membaca. Sekarang saat nobel telah lancar membaca ,sakitnya malah menimpa “ujar perempuan itusembari mengusap ujung mata.

“Tolong bacakan ini untuknya. Aku yakin itu akan menjadi kenangan indah sebelum kepergiannya”

Maryam mendekati nobel ,ia tak mampu lagi bersuara. Lembaran demi lembaran kisah Maryam bacakan dengan sesenggukan. Jiwa empati Ayahnya telah keluar untuk pertama kali dari dirinya. Baru ia tahu ,Ayah nobel adalah seorang ilmuwan dunia dengan sejuta penghargaan. Pantas saja gen-gen kecerdasan tampak dari mata Nobel yang kini telah redup. Maryam hampir membaca halaman terahir kisah itu hingga suara Nobel terdengar merintih lirih.

“Terima ….kasih, Kak!”

Itu suara terahirnya, mulut Maryam yang masih kumat kamit membaca buku dan itulah ,buku pertama yang mampu ia baca hingga akhir. Nobel telah banyak mengajarkannya arti belajar yang sesungguhnya.

Sehari setelah kepulangan mereka, Ayah Maryam telah menyiapkan kejutan untuk Maryam.

“Selamat ,Maryam!….Kamu lulus !!”Ayah menyambutnya ketika ia baru turun tangga. Di sana ada Hikari dan Sarah ,serta teman temanya yang lain.

Maryam mengernyitkan dahi.

“Ayahmu yang meminta rektor untuk mengirimkan surat itu ,agar kau lebih bersemangat belajar “Sarah menjelaskan. Maryam terkejut

“Jadi,ini hanya sandiwara??, tidak mengajar di perdalaman pun aku tetap lulus kan?”Maryam tertawa lepas.

Hari itu mereka menikmati pestanya.

Maryam berjalan menyusuri rak rak dengan buku yang terjajar rapi.

“Haapp,ini dia !!!”

Buku tentang tugu emas yang pernah di tanyakan Nobel. Ia akan membacanya. Membacakan untuk Nobel yang amat menyentuh hatinya

 

Gemolong,18 April 2016

Sumber gambar : radarsukabumi.com

 

 

Produk terbaru

Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJALUR GULA Kembang Peradaban Kota Lama SEMARANG
Harga
Lihat Detail
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKompilasi Karya Pemenang Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Serta Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2018
Harga
Lihat Detail
Pustaka Afarah Amru Nur Kholis
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barang52 Khutbah Jum’at Praktis
Harga Pustaka Afarah Amru Nur Kholis
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Prestasi Pustakakarya Sudarmaji Lamiran
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangINFOPRENEUR
Harga Prestasi Pustakakarya Sudarmaji Lamiran
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Change Publication Andrew Matthews
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBahagia Di Masa Sulit
Harga Change Publication Andrew Matthews
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
PT.ELEX MEDIA KOMPUTINDO Yudhy Wicaksono
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMengoptimalkan Fitur Excel dengan Formula dan Fungsi
Harga PT.ELEX MEDIA KOMPUTINDO Yudhy Wicaksono
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Mediakita FANY ARIASARI
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPernak- Pernik BLOG Cantik, Atraktif, Fungsional
Harga Mediakita FANY ARIASARI
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail
Informatika Bandung Rickman Roedavan
Order Sekarang » SMS : 081329343920
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUnity Tutorial Game Engine
Harga Informatika Bandung Rickman Roedavan
Anda Hemat
Warning: Division by zero in /home/www/arsippus.sragenkab.go.id/wp-content/themes/WPgrosir/includes/stores/inc/vtr-price.php on line 67
0 (0.00%)
Lihat Detail

Jumlah Pengunjung

Hubungi Kami

0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com

Calender

May 2019
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
0271 892721
081329343920
081329343920
perpustakaansragen@gmail.com